The Drakule Lord
EP 1: Cerita Drakula
Beribu – ribu tahun yang lalu, dipulau Drakule,
terdapat seseorang yang mempunyai kekuatan yang teramat besar untuk
menghancurkan cahaya kebajikan dan kebenaran didunia ini. Mereka adalah sebuah
makhluk yang bernama Drakula.
Pada waktu itu,
mereka sedang mengadakan perang yang teramat besar dengan ketiga makhluk
yang besar. Mereka adalah; Kaum Drakula Kanibal, bangsa Srigala, dan bangsa
Macan. Mereka berperang guna mendapatkan sebuah kejayaan dan kekuasaan disebuah
wilayah.
Dengan bantuan dari Ratu Zelga, dari bangsa
rubah putih, akhirnya Raja Drakula, yaitu Umam, berhasil mengalahkan ketiga
bangsa sekaligus itu. Namun disaat ia hendak mencapai kemenangannya, Umam itu
tiba – tiba menghilang tanpa jejak setelah tubuhnya terluka parah oleh serangan
kaum penghianat dari bangsa Drakula sendiri.
“Dimanakah sebenarnya Raja Umam itu, hingga
saat ini kenapa kita masih belum bisa menemukan keberadaannya yang menghilang
secara misterius itu?” tanya Ratu Drakula, Shela.
“Entahlah, Sang Ratu. Ketika ia hampir berhasil
mengalahkan para bangsa Srigala dan bangsa macan kala itu, dia berhasil
diserang oleh bangsa Drakula Kanibal sendiri, dan setelah itu, dia tidak
berhasil ditemukan," jawab Ricardo.
“Sebenarnya kau itu dimana, Yang Mulia. Kami
semua sudah menunggu akan kedatanganmu untuk mengakhiri perang besar ini, dan
membawa kedamaian kepada bangsa kita dan juga bangsa rubah putih itu?” batin
Ratu Shela.
Tak lama setelah itu, Ratu Shela bersama kedua
pengawal setianya yaitu Ryan dan Danang itupun segera turun gunung untuk
menyembunyikan diri dari serangan bangsa srigala dan bangsa macan yang sudah
membabi buta itu.
Ribuan tahun itupun berlalu juga, dan sampai
saat ini kerajaan Drakula itu masih tetap berdiri dengan jaya, sementara bangsa
srigala dan bangsa macan itu mulai musnah sedikit demi sedikit. Ini semua
berkat Raja Drakula yang baru, yang bernama Drakule.
“Ayo terus, hancurkan semua bangsa yang tidak
terima dengan perintah dari bangsa kita, bangsa Drakula. Dengan ini, kita akan
tunjukkan kepada dunia, seberapa kejam dan kuatnya bangsa drakula itu!” ujar
Raja Drakule, yang sangat ambisius itu.
Dengan kekuatan yang dimiliki oleh Raja
Drakule, bangsa Drakula itu akhirnya berhasil menghancurkan keempat kerajaan
besar, yaitu; Kerajaan bangsa Srigala, bangsa Drakula Kanibal, bangsa Macan,
dan terakhir ialah bangsa Rubah putih. Meskipun ia dapat menghancurkan kerajaan
– kerajaan itu, namun Raja Drakule masih resah karena para pemimpin –
pemimpinnya masih belum bisa ia tangkap dan ia habisi.
“Apakah kalian semua sudah menemukan jejak dari
Raja Serigala, Raja Drakula Kanibal, Ratu Macan, dan Ratu Rubah putih? Aku
harap kalian akan mengatakan kata ‘iya’, karena kalau tidak, maka nyawa kalian
yang akan jadi taruhannya,” kata Raja Drakule yang sangat bengis itu.
“B.. belum, Yang Mulia.” jawab salah seorang
pasukan Drakula itu.
Mendengar kata itu, sesuai janjinya, iapun
akhirnya memenggal kepala orang yang mengatakan hal itu. Bangsa drakula mulai
cemas dengan nasib mereka nanti, jikalau Raja Drakule itu masih berkuasa.
Mereka berharap kalau Raja Umam itu segera kembali dan kemudian mengambil alih
kekuasaan Raja Drakule itu.
“Kita semua terus berharap jikalau Raja Umam
itu segera kembali, supaya ia menghentikan kegilaan dari Raja Drakule itu!”
ujar salah seorang warga drakule.
“Iya. Dulu dimasa kepemimpinan Raja Umam dan
Ratu Shela, bangsa kita sama sekali tidak memiliki banyak musuh, tapi dimasa
Raja Drakule berkuasa, malah masalah ini jauh bertambah besar,” bisik drakula
disampingnya itu.
Sementara itu, didunia manusia, Raja Umam yang
sudah sekarat itu segera mencari sesosok raga baru yang harus dia tempati kalau
dia nggak ingin mati konyol. Penantiannya itu akhirnya tak sia – sia ketika ia
melihat seorang gadis yang memancarkan aura yang teramat besar dari tubuhnya.
Setelah ia mengamatinya selama berminggu – minggu, akhirnya ia mengetahui kalau
gadis muda itu bernama Anggun Vivi Rubiyanti, atau lebih akrab dikenal sebagai
Vivi.
Umam sangat tertarik sekali dengan Vivi. Dia
kepengen buat menjadikan Vivi sebagai raga barunya. Oleh karena itu, diapun
menyamar menjadi seorang pemuda yang teramat tampan dan keren.
“Dengan rupa ini, pasti gue bisa deketin tuh
Vivi. Hanya dengan raganyalah aku akan bisa mengembalikan kedamaian dan
kesejahteraan diseluruh dunia drakula ini,” ujar Umam seraya memunculkan senyum
liciknya itu.
“Aku harap, dia tidak mengenaliku dengan rupa
pemuda ganteng ini.” imbuhnya.
Hari itu, disebuah kafe yang bernama kafe Happy
hujan turun deras sekali, sehingga Vivi nggak bisa pulang hari itu. Dia terdiam
disana untuk beberapa saat, melihat sekeliling – kelilingnya yang cuman ada
tiga atau empat pengunjung.
“Sore ini, kafeku ini benar – benar sepi yah.
Nggak biasanya jam segini kafeku ini sesepi ini. Apakah mereka semua pada males
untuk datang ke kafeku ini ketika mereka tahu kalau hujan turun deras kaya’
gini?” kata Vivi lirih.
“Setelah keempat pengujungku itu pulang,
sebaiknya gue segera tutup aja kafe gue ini, gue ingin beristirahat total hari
ini!” imbuhnya.
Tak lama kemudian, para pengunjung setia kafe
Happy itupun akhirnya pulang. Ketika Vivi hendak menutup kafenya itu, tiba –
tiba dari pojok terdengar suara orang mengetok pintu.
Karena tidak ada pekerjaan lain buat Vivi, dan
pekerjaannya yang lain sudah selesai, akhirnya diapun segera menghampiri pintu
dan langsung membukanya.
“Halo, selamat sore. Ada apa yah, apa kakak
tidak tahu kalau sekarang kafe ini akan tutup?” sapa Vivi ramah.
“Aku cuman datang karena aku kepengen buat
menyeduh secangkir kopi hangat disini. Kata orang – orang, disini merupakan
tempat terbaik untuk mencicipi secangkir kopi hangat, iyakan?” balas pemuda
ganteng itu, yang langsung masuk kedalam kafe.
EP2: Menyatu dengan Raga Vivi
Tanpa menunggu omongan dari Vivi, pemuda itupun
langsung masuk kedalam kafe. Dia duduk disalah satu tempat duduk dan mengambil
secarik koran lalu membacanya.
Vivi tertegun melihat orang itu, ketika ia
memandangi pemuda itu lebih jauh, diapun sudah tidak bisa lagi buat mengontrol
dirinya. Tiba – tiba, Vivi itu menghampiri pemuda itu, dan kemudian iapun
segera menyeret tangan pemuda itu, dan segera membawanya kekamar.
Disana pemuda itu langsung diajaknya untuk
melakukan hubungan sexsual dengan Vivi. Dan tanpa menolak pemuda tampan itupun
akhirnya bersedia buat muasin gairah Vivi sore itu.
“Benar – benar indah dan seksi tubuhmu, Vi. Kau
ini memang layak untuk dijadikan sebagai wadah baruku. Namun sebelum itu, aku
kepengen buat menikmati semalam ini untuk menikmati gairah seksualmu yang besar
ini, Vi.” ujar pemuda itu, seraya tersenyum melihat Vivi membuka bajunya itu.
“Umam, ayo mari berbaringlah. Aku kepengen
mengeluarkan gairah seksualku yang tiba – tiba muncul ini, yang sudah tidak
bisa kutahan lagi,” jawab Vivi mesra.
Umam itupun langsung berlayar menyusuri tubuh
Vivi yang sudah telanjang, namun masih terlihat seksi itu. Mereka tidak menduga
kalau mereka berdua itu mampu untuk memuaskan nafsu seksual mereka masing –
masing. Mereka berdua mendapat pelayaran seksual yang indah dan nikmat,
sehingga tak disangka – sangka, waktu sudah menunjukkan pukul tengah malam.
Setelah mereka berdua melampiaskan nafsu birahi
mereka berdua, akhirnya Vivi itupun kembali sadar. Betapa terkejutnya ia ketika
dia mendapati pemuda itu sudah berhasil untuk menikmati tubuhnya itu. Sehingga
yang bisa ia lakukan hanya berlari keluar dari kamar itu untuk mencari
pertolongan.
“A.. apa yang sebenarnya sudah elu lakukan ke
gue, he? Gue nggak menyangka kalau kau sudah menghipnotis aku untuk memuaskan
nafsu birahimu,” ujar Vivi geram.
“Hahaha... akhirnya elu sudah sadar juga, Vi.
Memang, aku telah menghipnotis dirimu untuk memuaskan nafsu birahiku. Namun
jangan lupa kalau kaulah yang pertama membawaku kekamarmu ini.” jawab Umam yang
seraya diselilingi tawa ganas.
“Dengan engkau bersetubuh denganku, maka
pelapis pelindungmu yang ada ditubuhmu itu memudar. Dengan itulah aku akan bisa
merasuk kedalam ragamu itu, Vi!” imbuhnya.
Seketika itu, Umam itupun langsung berubah
menjadi seekor kekelawar kecil. Dan kekelawar kecil itu langsung melesat
merasuki tubuh Vivi yang masih telanjang itu lewat duburnya. Vivi kala itu
tidak sanggup buat melawan kekuatan besar yang mulai menguasai tubuhnya itu.
Akhirnya setelah Vivi berjuang mati – matian
untuk mengusir Umam yang mulai menguasai dirinya itu, diapun akhirnya menyerah
juga. Sehingga dia harus merelakan tubuhnya itu untuk dijadikan sebagai wadah
Umam yang baru, untuk selama – lamanya.
“Akhirnya.. akhirnya, akhirnya tubuhmu ini
berhasil kudapatkan, Vivi. Dengan menggunakan tubuhmu ini, maka aku akan bisa
buat masuk kedalam alam drakula lagi, dan mengembalikan kejayaan kaum drakula
lagi,” ujar Vivi yang memancarkan mata putihnya itu.
“Selain itu, dengan menggunakan tubuhmu yang
indah dan seksi ini, pasti aku akan dapat menaklukkan para manusia – manusia
itu, untuk santapan buatku.” imbuhnya.
Vivi kala itu akhirnya segera keluar dari kafe
dan segera pulang. Sesampainya dirumah, Vivi itupun langsung menghabisi nyawa
seluruh keluarganya. Terkecuali Mela, yang merupakan adiknya yang baru berusia
17 tahun itu. Vivi saat itu juga menggigit leher adiknya itu, hingga Mela
itupun akhirnya berubah menjadi drakula.
“Grggg...” Mela menggeram.
“Bagus, Mela. Dengan begini, kau sudah menjadi
salah satu bawahanku. Kau akan mematuhi setiap perintah – perintahku, dan kau
akan terus mengabdi padaku untuk selama – lamanya,” ujar Vivi seraya tersenyum
licik.
“Baik, tuan.” jawab Mela mengangguk – angguk.
Mulai hari itu, rumah orangtua Vivi yang besar,
setelah kematian keluarga Vivi, akhirnya rumah itu dijadikan oleh Vivi sebagai
markas barunya. Vivi dan Mela itupun menempati rumah itu sampai tugasnya
didunia manusia ini selesai. Baru mereka akan pulang menuju ke dunia gaib sana.
“Sekarang, kita harus gimana, tuan?” tanya
Mela.
“Didunia ini, panggil aku dengan sebutan kakak
saja. Karena seperti kau tahu kalau Vivi ini merupakan kakakmu dulu, didunia
ini,” jawab Vivi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar