Puput, Si Ratu Ular



PROLOG: Berabad-abad yang lalu, ada sebuah kisah. Kisah yang menceritakan tentang peperangan antar para dewa. Perang itu mengguncangkan seluruh dunia, dan mengakibatkan umat manusia ketakutan. Perang antar dewa dengan iblis dan siluman itu membinasakan berbagai makhluk hidup, juga meluluh lantakkan seluruh isi dunia. Untuk mencegah hal yang semakin buruk, Dewi Ayu Kusumaningtyas, seorang dewi yang memiliki kekuatan seribu dewa-dewi itupun turun ke dunia dan menghentikan kegilaan itu. Dan dengan itu, peperangan itu berhasil dimenangkan oleh pihak kahyangan.
Puput, si Ratu Ular
Roh Pemburu Cinta
sah
yang menceritakan tentang peperangan antar para dewa.
Perang itu mengguncangkan seluruh dunia, dan mengakibatkan
umat manusia ketakutan. Perang antar dewa dengan iblis dan
siluman itu membinasakan berbagai makhluk hidup, juga
meluluh lantakkan seluruh isi dunia. Untuk mencegah hal yang
PROLOG: Berabad-abad yang lalu, ada sebuah kisah. Ki
semakin buruk, Dewi Ayu Kusumaningtyas, seorang dewi
yang memiliki kekuatan seribu dewa-dewi itupun turun ke
dunia dan menghentikan kegilaan itu. Dan dengan itu,
peperangan itu berhasil dimenangkan oleh pihak kahyangan.
Sementara itu, dari pihak neraka, mereka tidak bisa
menerima akan kekalahan mereka dari pihak kahyangan yang
mendapat bantuan dari Dewi Ayu Kusumaningtyas. Oleh
karena itu, mereka meminta bantuan kepada Dewa Murkadana,
sang dewa kegelapan, untuk menghancurkan Dewi Ayu
Kusumaningtyas. Namun, Dewa Murkadana menolak. Itu
karena dia takkan sanggup untuk melawan pujaan hatinya.
Oleh karena itu, dia hanya memberikan sebuah kutukan kepada
Dewi Ayu Kusuma. Yaitu, dia akan dikutuk untuk menjadi
seekor ular emas. Berharap dengan kutukan itu pula, Dewi Ayu
Kusuma akan bisa ia dapatkan dan juga membela bangsa
neraka. Tapi, sungguh disayangkan, meskipun kutukan itu
benar-benar terjadi, dia masih sangat setia kepada pihak
kahyangan. Walaupun, pihak kahyangan itu sudah
mengusirnya, begitu mereka melihat rupa Dewi Ayu Kusuma
yang buruk rupa. Dan mulai hari itu, Dewi Ayu
Kusumaningtyas itu dijuluki sebagai Peri Buruk Rupa.
Mulai hari itu, Dewi Ayu Kusumaningtyas mulai
melakukan pertualangannya. Dan beberapa lama kemudian,
diapun akhirnya tiba di bumi, dimana takdirnya sudah
menantinya.
Akankah Dewi Ayu Kusumaningtyas itu bisa terlepas dari
kutukannya?
><><><><><><><>END OF PROLOG<><><><><><><
Hujan turun deras waktu itu. Tidak biasanya hujan turun
sederas ini. Meskipun belum terlalu petang. Sesekali halilintar
terdengar menggelegar diatas langit. Kadang-kadang petir itu
menyambar seakan ingin membelah langit menjadi dua bagian.
Sebuah mobil terjebak dalam genangan banjir. Aneh
memang, tidak biasanya Blitar turun hujan sederas ini.
Untunglah, para penduduk sudah memprediksi akan hal ini,
sehingga mereka sudah siap bila hujan turun sederas ini.
Namun tidak untuk pengendara mobil yang satu ini. Mungkin
karena ia jarang sekali menonton acara berita di televisi -televisi
lokal, jadi dia nggak paham betul dengan ramalan cuaca yang
sering diberitakan.
Mobil Honda Jazz yang begitu berkelas, yang baru ia beli
tahun 2010 lalu kurang memahami daerah-daerah rawan banjir,
tak ayal lagi kalau mobil berkelas itu terjebak banjir yang
tingginya sampai lutut orang dewasa. Mesinnya tak dapat
hidup, mungkin karena terlalu banyak menelan air yang di
akibatkan oleh banjir itu. Sebagian air itu merembas
membasahi karpet mobil. Hanya lampunya yang menyala dan
wippernya yang bergerak-gerak menyingkirkan air dari kaca
mobil.
“Sial! Kalau begini seharusnya aku tidak memaksakan
untuk pergi dulu! Ngapain cepat-cepat kalau pada akhirnya aku
terjebak dalam banjir ini. Uuh, mana tempatnya sepi lagi.
Nggak ada siapapun yang bisa dimintai tolong untuk dorongin
mobil. Aduuh, celaka deh kalau gini caranya! Padahal aku lagi
ada kencan sama Toni! Tempat ini bukan hanya gelap dan sepi
saja, tapi juga mengerikan. Seingatku, dibelakang sana ada
kuburan cina berusia ratusan tahun, dan juga sebuah patung
pemujaan kepada Dewi Ayu Kusumaningtyas. Kayaknya
tempat ini masih bagian dari pemakaman umum. Iih ... sekujur
tubuhku jadi merinding deh!”
Si pengemudi yang menggerutu sendiri adalah seorang
cewek berusia 19 tahun. Ia seorang siswi disekolah SMK
terkemuka di Blitar, yang letaknya tidak jauh dari alun-alun
kota Blitar.
Puput Yulan Slyvania namanya. Gadis yang menjadi
primadona diseluruh sekolah karena kecantikannya dan
keseksiaannya. Titlenya ada dua: Cewek Cantik dan Matre.
Itulah title yang dipegangnya saat ini. Memang benar kalau ia
merupakan gadis yang teramat cantik, sehingga banyak siswasiswa
yang tertarik padanya, namun karena sikap matre-nya
tadilah, yang membuat mereka segan untuk mendekatinya.
Dalam kamus Puput; “Untuk apa aku datang kesana kemari
buat ngrayu cowok, lha wong mereka aja sudah pada mendekat
padaku kok.”
Dia akan merasa malu apabila ia tidak bisa mengatasi hal
yang sepele seperti ini. Biasanya dalam keadaan begini,
temperamen Puput mulai meninggi. Mudah tersinggung dan
cepat marah, walaupun dalam bentuk gerutuan panjang.
“Bisa semalam suntuk aku berada di tempat ini jikalau aku
tidak segera mencari bantuan. Ah, brengsek juga cuaca malam
ini! Pakai acara hujan segala. Padahal tadi siang cuacanya
panas banget sampai menyengat kulit, kok sekarang hujannya
turun sederas ini?!”
“Kenapa sih harus malam ini? Padahal gue lagi ada janji
sama Toni. Memang nggak tahu diri nih hujan!”
Puput mengambil handphone yang ia taruh di rak mobil.
Ada panggilan masuk ke nomornya. Tertulis kalau dia Toni,
pacarnya. Seketika itu pula Puput mengangkat teleponnya,
berharap kalau Toni nggak ngambek sama seperti biasanya.
Toni itu terkenal akan kengambekannya. Sudah sering ia
mutusin gadis-gadis cantik yang menjadi pacarnya, hanya
karena ia terlalu sibuk dengan urusan-urusannya, sehingga
melupakan waktu dan janjiannya.
“Hallo, Ton..?! Oh, Syang..! bisakah kau keraskan suaramu,
aku tidak bisa mendengar suaramu dengan jelas disini...! aku
lagi terjebak banjir di tempat yang sepi nih..!”
“Bagaimana..? Dimanakah kau sekarang ini..?” Toni itu
mengeraskan suaranya karena gelombang jaringan suara sangat
buruk. “Aku nggak denger, Put...!”
“Aku terjebak... hallo?! Hallo....!”
Sinyal hilang. Muncul tulisan Panggilan Darurat pada
display handphonenya. Dicobanya lagi untuk menghubungi
Toni dan teman-teman yang lainnya sekali lagi, namun tetap
gagal.
“Sial! Kenapa jadi panggilan darurat sih?! Padahal baru saja
diisi pulsa seratus ribu. Tadi saat bicara sama Toni pertama
fine-fine aja, kok sekarang jadi bobrok begini sih?!”
Disaat itu, lewatlah seseorang mengendarai mobil Mercedes
Benz model terbaru yang begitu modis. Seseorang itu langsung
menghentikan laju mobilnya melihat ada seseorang yang
terjebak dalam genangan banjir. Diapun keluar setelah tahu
kalau itu merupakan mobil milik Puput dan beranjak ke sana.
“Kenapa malam-malam lo ada disini, Put? Lo tahukan kalau
tempat ini angker banget!” sambil sedikit tersenyum, “Lo mau
ikutan jurit malam yah?!”
Pemuda itu begitu berkarisma dan mempesona. Dialah
Umam, siswa yang menjadi dambaan seluruh isi sekolah.
Bukan hanya karena ia tampan, dan jago main bola. Namun
karena dia benar-benar pintar dan tajir abiss. Sebenarnya Puput
sudah tertarik padanya, namun karena egonya yang nggak mau
kalah bersaing darinya, jadi dia masih berlagak dingin pada
pemuda itu.
“Lo ngledekin gue yah!?” Puput terpancing emosi lagi.
Umam terdiam sejenak mendengar bentakan dari Puput tadi,
kemudian dia mempersejuk suasana dengan bertanya sedikit
lebih lembut padanya.
“Kenapa malam-malam lo ada disini, Put?”
“Iya, nih! Mobil gue mogok karena barusan nerjang banjir.
Padahal gue lagi ada acara dating sama Toni. Umam, bisakah
kau tolongin gue untuk memperbaiki mobil gue nggak?”
Umam terdiam sejenak lagi, dari rona matanya
memancarkan rasa lesu saatmendengar kalau Puput
mengatakan kalau ia akan dating sama Toni.
“Bisa kok.. bisa. Serahkan padaku!”
Umam dengan pedenya itu akhirnya membantu Puput untuk
memperbaiki mobilnya yang sekarang sedang mogok itu. Tak
sampai setengah jam, Umam itupun selesai memperbaiki mobil
Puput yang mogok itu. Maklum aja, keluarga Umam itu
berkecimpung dalam bisnis peralatan sparepart kendaraan.
“Dah... Put! Sekarang mobilmu takkan mogok lagi.
Setidaknya tidak untuk malam ini!”
Umam itu manyun melihat Puput terus meratapinya dengan
pandangan berseri-seri seperti itu. Memang sedari dulu, Umam
itu benci apabila dia diratapi oleh wanita sampai seperti itu.
Inilah alasan mengapa Umam mendapat julukan Ice cool eyes
man. Atau manusia dengan mata sedingin es.
“Kau mau kutemani lebih lama disini..?”
“Dah, nggak perlu. Mam! Aku sudah cukup berterima kasih
karena kau sudah memperbaiki mobil mogokku ini. Sekali lagi
aku ucapin terima kasih!”
“Ya udah kalau gitu. Aku tinggal dulu sekarang. Tolong
hati-hati saat kau berada disini sendirian, Put! Karena disini
adalah tempat yang sangat angker, bahkan sedari dulu tidak ada
seorangpun yang berani lewat jalan sini malam-malam.”
“Lalu kenapa kau masih tetap lewat jalan sini, padahal kau
tahu kalau jalan ini angker banget?”
“Ya mau gimana lagi. Karena hanya lewat jalan ini, aku
akan bisa sampai rumah tepat waktu. Lo tahukan kalau jarak
rumahku dari sekolah teramat jauh.”
“Apa kau nggak takut apabila kau dihantui oleh hantu-hantu
penghuni sini nanti?”
“Takut sih. Tapi harus gimana lagi...?”
Umam langsung kembali masuk ke mobilnya.
Meninggalkan Puput ditengah jalan yang sepi dan angker itu
seorang diri. Tak berselang lama, bulu kuduk Puput itu
merinding. Saking takutnya, Puput langsung menyalakan
mesin mobilnya dan segera cabut dari sana dan menemui Toni.
Setelah Puput tancap gas dan meninggalkan jalan itu, dari
belakang muncullah seekor ular berwarna emas. Kemudian
ular itu menjelma menjadi seorang gadis yang buruk rupanya,
dialah Dewi Ayu Kusumaningtyas, seorang dewi yang dikutuk
oleh Dewa Murkadana.
“Ssstt.. Ssstt.. siapa gadis tadi! Ssstt... apakah ia merupakan
titisan dariku yang sudah diramalkan oleh kitab Septo Tapo
juga diceritakan oleh guruku, Ki Zukron? Jika begitu baguslah,
dengan begitu maka aku akan bisa segera terlepas dari kutukan
dewa keparat, Murkadana itu.”
“Ssstt... sebaiknya aku pantau dia terus!”
Dewi Ayu Kusuma akhirnya kembali menjadi ular emas
lagi, dan segera mengejar Puput. Apakah benar kalau gadis
yang bernama Puput itu merupakan titisan asli dari Dewi Ayu
Kusumaningtyas? Jika betul, rencana apa yang disiapkan oleh
Ki Zukron dan juga Dewi Ayu kepada Puput, kita lihat di cerita
di bawah ini..!
Sesampainya disana, Puput tidak menemukan Toni
dimanapun. Dikiranya ia sudah pulang, karena dia sudah terlalu
lama menunggu. Namun setelah Puput menunggu sedikit lebih
lama lagi, sambil memesan sepiring nasi goreng favoritnya.
Dia itupun melihat Toni gandengan tangan dengan seorang
cewek yang sangat ia kenali. Dia nggak akan pernah lupa siapa
cewek itu. Dia adalah Vinna Ida, sahabatnya sendiri.
Melihat Toni gandengan tangan dengan Vinna, langsung
membuat temperamen Puput meninggi. Dia laksana sebuah air
yang sudah mendidih panas. Dia pun langsung menghampiri
mereka yang belum tahu kalau Puput juga ada disana. Lalu dia
tampar muka Toni dan Vinna sebanyak dua kali.
Plakk....! plakkk....!!
“Bajingan lo, Ton! Gue nggak nyangka kalau lo ngehianatin
gue kaya’ gini. Lo juga, Vin! Gue juga nggak nyangka kalau lo
tega nglakuin semua padaku, lo dah berani merebut pacar
sahabat baikmu sendiri...!”
“Pacar...? kata siapa Toni itu pacarmu!?”
“Huh, apa yang kau bilang..?”
“Dengarkan dulu, Put! Toni itu bilang ke gue kalau dia
masih single. Jadi, gue benar-benar tidak tahu-menahu kalau
dia adalah pacar yang sering kau bilang itu, Put. I’m sorry..!”
Puput terkejut mendengar penjelasan dari Vinna tadi.
Ternyata yang bajingan itu Toni. Dia dengan sadar mencoba
menyembunyikan rahasia hubungan mereka supaya ia bisa
deket sama cewek yang lain.
“Toni, mulai sekarang... kita putus!”
“Put, tunggu... tunggu!”
Toni langsung mengejar Puput, namun ketika sampai pintu,
dia dicegat oleh Vinna. Dia nggak mau kalau hubungannya
hancur sama dengan Puput saat ini. Namun, dilubuk hatinya
Vinna itu benar-benar kegirangan, karena ia sudah berhasil
membuat sahabat yang sebenarnya paling dibencinya itu patah
hati.
“Bagus! Rencanaku untuk menghancurkan hidupmu sudah
semakin dekat, Put. Aku ingin sekali melihat dan
mendengarmu begitu menderita dan menderita lagi.” batin
Vinna sambil tersenyum tipis.
“Sudahlah, Ton.. nggak perlu dikejar! Puput itu begitu kalau
dia sedang ngambek. Jadi sebaiknya lo diamin dia untuk
beberapa hari ini deh! Kuyakin beberapa hari kemudian, ia
akan kembali lagi padamu kok. Jadi lo nggak usah khawatir!”
Dalam benak Vinna terus saja meneriakkan kemenangan.
Kemenangan dari sahabat yang paling ia benci. Ya, walaupun
ia tidak berani untuk terus terang kepada Puput. Jadi, dia selalu
bergerak dibalik layar Puput.
“Yess.. akhirnya rencanaku berhasil juga untuk membalas
perbuatanmu kepadaku beberapa bulan yang lalu, Put! Sakit
kan rasanya dihianati sama sahabat baikmu sendiri.”
Puput meninggalkan restoran itu setelah ia membayar
makanan yang ia sudah pesan tadi. Hatinya benar-benar hancur
tatkala melihat kekasih yang paling ia cintai, sedang berduaan
dengan sahabat baiknya sendiri. Diapun langsung memacu
mobilnya dengan kecepatan tinggi, sehingga tak sampai
sepuluh menit, ia sampai ditempat yang angker tadi.
“Gue.. gue nggak nyangka lo bakal mempermainkan aku
begini, Ton! Gue nyesel kenal sama lo. Kenapa sih harus kamu,
Ton? Yang membuat hatiku terluka seperti ini.”
Seketika, hujan turun dengan deras lagi. Sehingga,
pandangan Puput dari dalam mobil itupun semakin pendek
karena tertutup derasnya air hujan. Karena sedih, jadi dia sudah
tidak menghiraukan lagi hujan deras itu.
“Hujan lagi..? ah, masa bodoh! Emang urusan gue kalau
Tuhan nurunin hujan sederas ini. Yang penting gue kan nggak
kehujanan.”
Dalam keadaan itu, terdengar suara desahan berat dan
panjang. Desahan itu terus-terus saja memanggil-manggil
namanya, dan seketika itu pula, Puput seperti terhipnotis dan
kemudian dia keluar mobil dan menuju kearah suara itu berasal
tanpa menghiraukan hujan sederas itu.
“Puput...! Puput... kemarilah...!”
“Puput, kemarilah..! kemarilah...!!”
Ternyata suara itu mengantarkan ia menuju ke kuburan cina
yang pernah ia lintasi, yang tepat di tengah-tengahnya terdapat
sebuah patung pemujaan kepada Dewi Ayu Kusumaningtyas.
Suara itu tepat mengantarkan Puput menuju ke patung keramat
itu. Sesampainya ia disana,  diapun langsung tersadar. Dan
betapa dia terkejut kalau ia sudah berada tepat di tengah-tengah
kuburan angker itu.
“Apa..? kenapa aku bisa ada disini. Dimana mobilku.
Sebenarnya apa yang telah terjadi padaku sampai -sampai aku
berada disini? Entahlah, sebaiknya aku segera cabut dari
tempat ini, sebelum terjadi apa-apa denganku. Lagipula bulu
romanku sudah berdiri semua, layaknya sudah banyak arwah
yang mengawasiku!”
“Puput....!!” suara desahan berat itu terdengar lagi begitu
Puput hendak melangkahkan kakinya.
“Suara desahan apa itu! Kenapa suara itu memanggil manggil
namaku? Sial! Kakiku tidak bisa bergerak. Ayolah
kaki, jangan berdiam diri saja. Apa kau tidak takut dengan
suara desahan yang seperti desahan makhluk halus.”
“Puput... Puput..!!” suara desahan itu semakin terdengar
ditelinga Puput. Tapi kedua kakinya maupun dirinya tidak bisa
digerakkan dengan bebas. Sehingga yang keluar dari Puput
hanyalah keringat dinginnya.
“Siapa..? siapa kau!? Tunjukkan dirimu, pengecut...!!” katakata
itu terselip keluar dari mulut Puput yang sudah ketakutan
tak berdaya itu.
Tiba-tiba, sesuatu yang aneh terjadi ditempat itu. Ketika
Puput mengedipkan mata sekali, diapun langsung berpindah ke
alam hampa gaib. Dan disanalah, ia akhirnya bertemu dengan
sesosok makhluk yang memanggilnya. Dialah Dewi Ayu
Kusumaningtyas. Leluhur dari Puput Yulan Sylvania Dewi.
“D.. dimana aku sebenarnya? Kenapa tiba-tiba aku berada
diruang hampa gaib seperti ini. Bahkan aku tidak tahu apa yang
terjadi setelah aku berteriak-teriak sendiri di kuburan cina tadi.
Tapi sekarang aku malah berada disebuah ruang hampa yang
aneh lagi. Sebenarnya apa yang sedang terjadi padaku?”
Diapun berjalan menyusuri tempat aneh itu. Dan ketika ia
melihat kebawah, dia melihat kalau raganya berada
dibawahnya, dan terdiam sambil berdiri. Puput langsung
berteriak-teriak memanggil raganya itu, bahkan diapun
mencoba menembus alam hampa gaib untuk kembali masuk
pada raganya, namun usahanya sia-sia.
“Sial! Kenapa aku tidak bisa keluar dari tempat aneh ini.
Yang lebih anehnya lagi, kenapa ragaku ada dibawah sana.
Apakah aku sudah benar-benar mati berdiri? Kurasa tidak
mungkin, aku pastinya belum mati. Karena aku masih bisa
merasakan detak jantungku sendiri. Lalu, siapakah yang telah
memisahkan aku dengan ragaku dan membawa rohku kedalam
ruang hampa gaib ini?”
“Itu aku, Puput Yulan Sylvania Dewi. Aku telah
membawamu kemari karena aku benar-benar ada perlu yang
teramat penting denganmu. Jadi, sebaiknya kita bicara empat
mata ditempat ini, supaya kau tahu apa yang akan segera terjadi
kepada duniamu, dan seluruh kahyangan sebentar lagi!”
“Siapa kau..? mengapa kau tahu namaku dan juga nama
leluhurku..?!” Puput terkejut mendengar kalau gadis yang
mempunyai rupa yang buruk itu mengetahui namanya dan juga
nama leluhurnya.
“Aku..? jadi keluargamu belum cerita apa-apa mengenai
aku, yah? Aku adalah Dewi Ayu Kusumaningtyas, seorang
dewi perang dari kahyangan yang telah dikutuk oleh Dewa
Murkadana menjadi seekor ular emas. Dan aku adalah
leluhurmu, Puput..!” jawab Dewi Ayu Kusumaningtyas, yang
menampakkan diri dihadapan Puput dengan wujudnya yang
sebenar-benarnya. Ya, walaupun dia masih memiliki sayap
yang seperti sesosok peri.
“T-tidak. Ini tidak mungkin.. keluargaku pernah bercerita
kalau leluhurku itu adalah seorang dewi yang teramat cantik
nan jelita. Tidak sama denganmu, siluman!”
“Lihatlah dengan baik-baik, Put! Kedua rupa kita sama. Ya,
walaupun diriku sudah dikutuk menjadi seorang dewi yang
buruk rupa. Sehingga diriku dijuluki Peri Buruk Rupa. Apakah
kau masih bisa menyangkal lagi.”
“Tidak.. ini tidak mungkin!”
“Ayolah, Put! Suatu saat kau pasti bisa mengerti. Itu juga
jikalau kau masih hidup tentunya. Tapi, aku takkan
membiarkan hal itu terjadi padamu!”
“Masalah apa yang sebenarnya akan menimpa seluruh umat
manusia juga  para  dewa-dewi sebenarnya? Mengapa  kau
begitu yakin kalau hal yang tak bisa di nalar itu akan benarbenar
terjadi?”
“Oke, akan kuberitahu! Sebenarnya aku dilarang oleh
guruku untuk mengatakan hal ini kepada manusia, tapi karena
kau adalah titisanku, jadi aku akan ambil resiko untuk
memberitahukan sebenarnya apa yang akan segera terjadi.”
“Apa..?”
“Sebentar lagi perang antar pihak kahyangan dan juga pihak
neraka akan dimulai kembali. Oleh karena itu, aku akan berbuat
apapun untuk menjamin kalau seluruh isi bumi dan langit ini
bisa bersatu untuk menghadapi serangan kaum iblis dan setan
dibawah pimpinan agung mereka, Hell.”
“Lalu..? jadi apa hubungannya denganku!?”
“Sudah kubilangkan, kalau kau adalah titisanku. Wajah kita
berdua memang mirip, oleh karena itu para iblis akan mencoba
memburumu dan menghancurkanmu supaya aku tidak bisa
ambil alih untuk menghentikan serangan kaum iblis itu. Dan
disisi lain, ada dua buah alasan lagi untuk hal itu. Namun, aku
sendiri belum tahu kedua alasan apa mereka mencoba
menghalangiku untuk turun ke dunia lagi.”
“Ada sebuah alasan kenapa kau kupanggil ketempat ini, Put.
Karena aku ingin menyatu dengan dirimu juga ragamu. Selama
bertahun-tahun ini aku selalu melihat kalau kaumku dari awal
hingga saat ini belum ada yang pernah melahirkan titisanku.
Dan hanya kaulah satu-satunya titisanku itu, Put. Seseorang
yang memancarkan aura keemasan, dan rupa yang sama
denganku. Oleh karena itu, aku diperintahkan oleh guruku, Ki
Zukron untuk menggunakan dirimu dan ragamu untuk
mengakhiri kegilaan perang kedua belah itu!”
“T-tidak.. ini tidak mungkin! Aku bukanlah titisanmu itu,
Dewi..! jadi, jangan ganggu aku dan jangan rebut ragaku.”
“Kau masih menyangkal, rupanya? Okelah, akan kuberitahu
satu hal lagi. Lihatlah tepat dilengan kananmu! Kau akan
melihat kalau disana ada tanda lahir yang berbentuk ular
dengan sayap peri. Hal itu hanya titisanku yang
mempunyainya, dan sudah dapat dipastikan kalau kau adalah
titisanku itu, Put!”
Puput langsung berlari menjauh dari Dewi, namun Dewi
Ayu itupun masih tetap mengikutinya. Dengan berubah
menjadi seekor emas, diapun langsung mencegat kemanapun
Puput pergi, sehingga tidak ada jalan lain selain menyerah.
Ketika Puput lengah, Dewi Ayu Kusuma itupun langsung
merasuk kedalam roh Puput melalui mulutnya. Puput sudah
tidak kuasa untuk menahan kekuatan yang begitu besar yang
mulai menguasai dirinya. Dan setelah ular emas, yaitu Dewi
Ayu Kusuma sendiri masuk kedalam diri Puput, diapun
akhirnya berhasil menguasai roh Puput dengan sempurna.
Setelah itu, raga Puput yang tadi berdiri sambil terpejam itu
berubah menjadi aneh. Kulitnya itu sebagian berubah menjadi
sisik ular emas. Matanya yang terbuka itu langsung
memancarkan warna merah merona. Tak lama kemudian,
tubuh Puput berubah menjadi sedia kala.
“Bagus! Akhirnya aku bisa terlahir kembali. Sekarang
sudah saatnya buatku untuk membalas dendam kepada pihak
kahyangan dan juga pihak neraka. Karena merekalah aku jadi
menderita seperti ini.” kata Puput yang sudah tidak seperti dia
lagi. Itu terlihat dari rona matanya, yang memancarkan warna
merah delima.
“Tapi, sebelum itu.. ada sebuah hal yang perlu aku lakukan
di dunia ini. Entahlah, apa hubungannya dengan misiku.
Namun aku yakin kalau ada sesuatu yang salah dengan dunia
ini. Oleh karena itu, aku akan mencoba mencarinya dan segera
mengakhirinya!”
Puput langsung keluar dari kuburan tua itu, dan segera
menuju ke mobil. Dewi Ayu Kusumaningtyas tahu kalau
sebentar lagi akan terjadi hal yang teramat buruk dibumi. Oleh
karena itu, dengan tubuh barunya, yaitu Puput. Dia berusaha
untuk mencoba mencari tahu apa yang salah dengan dunia ini.
Sekeluarnya Puput dari kuburan cina itu, diapun langsung
disambut oleh keluarganya juga teman-temannya. Ternyata
Puput sudah menghilang selama tiga hari tiga malam, sehingga
banyak orang yang cemas. Seketika itu juga, Umam langsung
berlari kearahnya dan kemudian memeluknya sambil
menangis.
“Darimana saja kau itu, bodoh? Aku sudah benar-benar
khawatir padamu! Memang, kau bukanlah siapa-siapa aku, Put.
Tapi aku begitu peduli dan care banget sama lo! Lain kali
jangan pernah kau ulangi hal ini yah. Semua orang, termasuk
keluarga dan teman-temanmu begitu khawatir saat kau
menghilang selama tiga hari tiga malam.”
“Siapakah pemuda ini..? apakah dia ini adalah pacar dari
Puput Yulan.” batin Puput terdiam.
“Siapa kau..? aku benar-benar tidak mengenalimu!”
“Apa..? jadi kau tidak mengenaliku, Put! Berani -beraninya
kau melupakan soal aku. Kau tahu, aku adalah pria yang selalu
menjadi idolamu itu, Put. Aku adalah Umam, siswa paling
terpopuler di sekolah. Jangan harap aku akan memaafkanmu
kalau sampai kau bisa lupa tentang diriku!”
Pak Hendro langsung melangkah menuju ke Puput. Dia
kepengen memastikan apakah Puput juga ingat dengan kedua
orang tuanya sendiri. Dia berharap kalau amnesia Puput itu
cuman candaan doang, sama seperti biasanya.
“Put, apa kau juga tidak mengenaliku?”
“Bagaimana ini? Kalau aku menjawab kalau aku kenal dia,
maka akan terasa canggung dihadapan mereka. Lagipula
sekarang ini, aku harus menyembunyikan diri dulu, supaya
pihak neraka maupun kahyangan tidak tahu siapa aku
sebenarnya. Namun kalau aku jawab kalau aku tidak kenal dia,
maka hal itu akan dicurigai oleh Umam dan yang lainnya. Tapi,
lebih enak seperti itu. Dengan berpura-pura amnesia, maka aku
akan mendapat intel yang lebih mengenai Puput, keluarga,
teman-temannya, juga dunia ini.” batin Puput yang mencoba
meneliti secara jeli apa yang akan ia katakan.
“Siapa kau yah..?”
“Astaga! Jadi kau benar-benar amnesia rupanya. Dia itu Pak
Hendro, ayahmu sendiri. Masa’ kau nggak ingat apapun sih
dengan kedua orangtuamu?” Umam tertegun mendengar
jawaban Puput yang sudah tidak mengenali ayahnya itu.
“Maaf, aku tidak bisa mengingat apapun saat ini. Kepalaku
terasa ada kabut yang menyelimutinya. Aku benar-benar tidak
bisa mengingat apapun mengenai kalian. Aku minta maaf!”
“Ya udahlah, Put! Mungkin saat ini kau memang masih
amnesia. Jadi pastinya kau tidakkan pernah mengingat kami
semua. Tapi tenang saja, aku akan terus berada disisihmu, Put.
Dan aku akan membuatmu untuk mengingat apapun dan
siapapun yang pernah mengisi akan harimu.”
“Terima kasih..!”
“Put, sejak kapan kau jadi selembek ini, he? Bukankah kau
benar-benar anti untuk mengucapkan kata terima kasih.
Kenapa kau jadi aneh gini? Oh ya, aku lupa. Kau saat ini masih
amnesia yah!”
Malam harinya, kesadaran Puput dari kendali Dewi Ayu
Kusumaningtyas yang merasukinya itu semakin pulih. Itu
berkat bulan purnama yang bersinar terang di malam hari.
Kekuatannya melemah saat terjadinya bulan purnama. Oleh
karena itu, dia berusaha mati-matian supaya dia tidak
kehilangan kendali atas Puput.
Puput yang sejak tadi mencoba untuk mengusir roh
leluhurnya itu masih belum berdaya untuk dapat mengeluarkan
roh yang telah merasukinya itu. Namun, Dewi Ayu Kusuma
sendiri tidak akan melepaskan kendali begitu saja. Dia ingin
terus berada di dalam tubuh Puput sampai misinya itu selesai.
“Kumohon.. keluarlah dari tubuhku..!”
“Tidak! Aku tidak akan pernah meninggalkan tubuhmu
sebelum misiku yang sempat tertunda itu selesai. Janganlah kau
khawatir, Put! Karena diriku takkan pernah memperburuk
citramu dihadapan kedua orangtuamu dan juga temantemanmu.
Malah aku akan melindungimu dari kejaran para
iblis yang hendak mencelakaimu nantinya.”
“Aku tidak percaya dengan kata-katamu itu. Kumohon
keluarlah dari tubuhku..!”
Begitu malam berlalu, Dewi Ayu Kusuma kembali
mendapat kendali penuh atas diri Puput. Setiap datang bulan
purnama maka Puput akan mendapatkan kendali penuh atas
dirinya lagi, begitu seterusnya.
Tiga bulan berlalu sejak Dewi Ayu Kusuma menitis keraga
Puput. Dan selama itu pula, dia mencoba untuk menjalankan
misinya dibumi, walaupun harus secara sembunyi-sembunyi.
Dia tahu kalau sampai ia ketahuan sama pihak kahyangan
maupun pihak neraka, hidupnya takkan lagi berjalan sesuai
kehendaknya.
******
Selama tiga bulan ini, Puput akhirnya terbebas dari
amnesianya. Itu berkat bantuan dan dukungan dari kedua
orangtuanya juga teman-temannya. Hal itu membuat Vinna Ida
merasa jengkel, karena meskipun ia sudah berhasil merebut
Toni dari tangannya, namun sikap dan sifat Puput masih
tenang-tenang aja. Seperti dia nggak perduli aja sama putusnya
hubungan mereka. Dan selama tiga bulan ini, Puput malah
sibuk mendekdisikan dirinya untuk pelajaran dan juga untuk
Umam, seseorang yang selalu datang untuk menolongnya dan
memberikan support.
“Sial! Kenapa setiap saat Puput tetap santai-santai saja.
Padahal aku sudah merebut kekasih yang paling ia cintai. Apa
yang harus aku lakukan supaya dia bisa menderita?” batin
Vinna kesal. Dia begitu geram melihat Puput masih happyhappy
aja walaupun pacarnya telah ia rebut.
“Gue takkan membiarkan Puput bisa bahagia dan ceria
seperti itu. Gue harus segera mencari sebuah cara supaya dia
menangis, merengek, meminta belas kasihan dariku. Lihat saja,
Put! Akan aku pastikan kalau kau akan benar-benar menderita
setelah ini..!”
Dari belakang Vinna, tiba-tiba muncullah sesosok pria yang
mengenakan jubah berwarna hitam. Dia memakai cadar,
sehingga mukanya tidak begitu jelas bisa dilihat. Dari tubuhnya
ia memancarkan aura gelap yang begitu pekat.
“Aku memiliki sebuah cara supaya kau bisa membuatnya
menderita, gadis kecil!”
“Siapa kau?” Vinna begitu terkejut melihat pria itu tiba-tiba
berada dibelakangnya. Diapun langsung beranjak mundur tiga
hingga empat langkah.
“Aku adalah MZ. Aku adalah utusan dari kegelapan,
mencoba untuk memusnahkan dia. Karena dia bukanlah Puput
yang kau kenal dulu, Vinna. Di dalam tubuhnya, ada sesosok
dewi yang bersemayam. Oleh karena itulah, dia takkan pernah
tersinggung maupun terluka walaupun kau kesana dan
menamparnya seribu kali.”
“Dewi..? dewi apa maksudmu!?”
“Entahlah. Aku juga tidak tahu! Tapi dewi itu akan tetap
melindunginya. Dan hanya ada satu cara supaya kau bisa
membalas sakit hatimu dulu padanya. Yaitu, kau harus bisa
meminumkan racun ini padanya. Tenanglah, racun ini takkan
berbahaya bagi manusia. Racun ini hanyalah pemancing
supaya dewi yang ada di dalam tubuhnya itu keluar. Setelah
aku mengetahui siapa dewi itu, maka aku akan sanggup untuk
memusnahkannya.”
“Apa mungkin kalau ia akan benar-benar menderita?”
Vinna masih terlihat ragu dengan rencana yang diberikan pria
berjubah hitam itu. “Lagipula cukup berbahaya kan kalau aku
membawa racun ini kesekolah. Pastinya, para guru dan temanteman
yang lainnya memergokiku membawa sebotol racun.”
“Kau masih terlalu naiive, bocah! Okelah aku akan
mengatasi para guru dan siswa lain supaya mereka semua tidak
ada yang menyadari kalau kau sedang membawa racun itu.
Ataupun saat kau menaruh racun itu ke minuman Puput,
gimana?”
“Caranya gimana, kau bisa mengalihkan pandangan guru
dariku, he? Apakah kau mempunyai ilmu sihir sehebat itu. Kau
tahu tidak kalau para guru begitu sensitif dengan hal yang
sekecil apapun!”
“Ya, aku memiliki sebuah mantra yang cukup sakti untuk
mengelabuhi pandangan para gurumu. Disamping itu, mereka
takkan pernah bisa melihat wujudku yang sebenarnya. Karena
aku adalah sesosok hantu..!”
“Itu ide yang bagus. Kalau kau memang benar-benar mau
membantuku, itulah hal yang perlu kau lakukan, MZ.
Meskipun kita baru saja bertemu, namun aku sudah mulai suka
dengan cara dan tingkahmu itu.”
“Baguslah, sekarang lakukan yang mesti kau lakukan..!”
Vinna langsung beranjak untuk menghampiri Puput, dan
tanpa perasaan yang mencurigakan sedikitpun, dia percaya diri
untuk menyuguhkan minuman yang telah dikasih racun
pemberian dari MZ itu pada Puput.
“Hey, Puput! Gimana pelajaran kamu hari ini, apakah kau
mendapat kesulitan dalam tugas yang diberikan oleh Pak
Muslim, he?” tanya Vinna yang dengan pedenya mendekati
Puput setelah menaruh racun yang dikasih oleh MZ padanya
itu kedalam minuman Puput.
“Oh, Vinna? Tumben lo nyamperin gue. Emangnya ada apa
sampai salah seorang siswi terpopuler disekolah ini datang
kemari, he?” balas Puput dengan tanpa sedikitpun rasa curiga
dengan gelagak Vinna.
“Ndak kenapa-napa kok, Put! Gue kesini karena ingin
supaya kita berdua menjalin hubungan persahabatan lagi, sama
seperti kita berdua kenal dengan yang namanya Toni. Gue
bener-bener minta maaf soal dua bulan lalu, Put. Gue nggak
bermaksud untuk merebut Toni darimu, itu semua merupakan
ketidaksengajaan!” kata Vinna yang dengan mudahnya
membuat Puput percaya padanya. Puput waktu itu cuman
tersenyum ringan dan berkata, “Udah, nggak papa kok. Gue
udah ngelupain masalah itu, Vin. Lagian kita ini kan the best
friend. Iyakan?”
Vinna tercengang mendengar ucapan dari Puput tadi. Heran
ia mendengar perkataan Puput yang terasa enteng sekali untuk
memaafkannya, padahal ia sudah merebut pacar Puput yang
paling dia sayangi, Toni. Hal ini sedikit membuat Vinna
penasaran, “Apakah benar kalau didalam tubuh Puput saat ini
bersemayam seekor dewi, seperti yang dikatakan pria berjubah
hitam itu?”
Tanpa ragu-ragu lagi, Vinna itupun langsung memberikan
sebuah minuman yang sebelumnya sudah ia kasih racun yang
diberikan pria berjubah hitam itu. “Ini, Put! Aku belikan kau
segelas jus jeruk kesukaanmu dulu. Aku harap hal ini sebagai
tanda jalinan persahabatan kita terajut kembali. Dengan penuh
harap kalau kau mau untuk meminumnya..!” Puput langsung
meminum minuman yang dikasih Vinna padanya. Setelah
meminum minuman itu, Puput tidak merasakan apapun.
Sehingga kecurigaan Vinna itu hilang. Namun tidak untuk pria
berjubah hitam yang sedari tadi mengawasinya.
“Aneh! Mengapa aku belum bisa mendeteksi aura dewi
yang berada didalam tubuhnya itu. Padahal setelah dua bulan
ini kuselidiki, gadis itu mempunyai aura seorang dewi yang
kuat. Sebaiknya aku selidiki masalah ini lebih jauh lagi.
Siapakah dewi yang bersemayam didalam tubuhnya, mengapa
ia bisa menetralisir racun buatanku!” batin pria berjubah hitam
itu teliti.
Beberapa menit setelah Puput meminum racun itu, diapun
merasakan sebuah getaran hebat yang muncul dari dalam
tubuhnya. Oleh karena itu, diapun segera bergegas menuju ke
toilet, meninggalkan Vinna yang masih termangu itu. Begitu
melihat gelagak yang mencurigakan, pria berjubah hitam yang
bernama MZ itu langsung mengejar Puput menuju ke toilet.
Di toilet, setengah bagian tubuh Puput berubah menjadi
sisik ular emas, menyisakan sebagian lagi yang masih seperti
manusia. Disaat itulah, Puput menyadari kalau disekolah ada
sesosok musuh yang mempunyai kekuatan sakti yang luar
biasa.
“<berdesis>Ssst... Ssst. Sial! Ternyata ada seseorang yang
hendak membuat masalah padaku dengan memberikanku
racun Rupa Wajah. Kelihatannya ilmu dari orang itu sangatlah
tinggi, karena ia mampu mendeteksi keberadaanku yang
menitis kedalam raga Puput ini.” Omel Puput di dalam kamar
mandi. “Aku harus segera memikirkan sesuatu supaya bisa
menghabisi orang itu. Jangan sampai dia tahu akan diriku yang
sebenarnya. Bisa kacau nanti kalau gini!”
Tiba-tiba dari belakang, MZ itupun muncul tepat
dibelakang Puput. “Ternyata benar selama ini. Kecurigaanku
pada dirimu sebenarnya, Put. Atau sebaiknya aku katakan
Dewi Ayu Kusumaningtyas, sang dewi perang sekaligus
pujaan hati dewa Murkadana!” Puput menoleh kearah MZ
dengan tatapan yang ragu dan berkeringat dingin. “Master
Zero..?” melihat gelagak Puput, MZ atau Master Zero itupun
hanya tersenyum tipis, “Hebat sekali kau, Dewi Ayu Kusuma.
Untuk menyembunyikan identitas aslimu kepada seluruh
manusia, pihak kahyangan maupun iblis, kau menitis kedalam
raga seorang gadis yang teramat mirip dengan rupamu dulu,
sebelum kau dikutuk oleh dewa Murkadana beberapa ratus
tahun lalu!”
“Namun sepertinya ajian Ramuraga yang kau gunakan
untuk masuk ke jiwa dan raga Puput itu masih belum
sempurna, sehingga yang berubah dari diri Puput cuman
separoh yang menjadi sisik ular emas. Sedangkan yang
separoh lagi masih utuh, sama seperti manusia biasa. Oleh
karena itulah, aku pastikan kalau kau takkan pernah bisa
menyatu sempurna dengan dirinya. Iyakan, dewi?”
Puput geram mendengar ledekan dari MZ kala itu. Namun
ia cobakan untuk tenang dan terus waspada, supaya tidak
terpancing amarah dan perangkap dari MZ tersebut, “Apa
yang kau inginkan dariku, MZ? Bukankah aku sudah ngomong
bolak-balik kalau aku takkan mau mengabdi dengan bangsa
iblismu itu. Terlebih kepada Murkadana keparat itu!?” MZ
langsung bersorak ria dan tertawa mendengar ucapan dari
Puput tadi, “Hahaha... ternyata kau masih menyimpan dendam
kesumat itu kepada dewa Murkadana, ya? Itu bagus, ... sangat
bagus. Selama beberapa dekade terakhir ini, para iblis sudah
bertambah semakin kuat. Dan apakah kau mau menyelamatkan
pihak kahyangan dan umat manusia dengan separoh kekuatan
yang kau miliki saat ini, he? Biar kuberi tahu kau. Memang sih
kalau raga Puput itu mempunyai kekuatan yang teramat spesial
dan besar, namun itu semua bisa terjadi jikalau kau bisa
menyatu sempurna dengan raga Puput, bukan seperti sekarang
ini.” kata MZ yang mencoba memancing amarah dari Puput.
“MZ, sebenarnya apa yang kau inginkan dariku? Mengapa
kau usik kehidupan baruku ini, he?” tanya Puput yang terus
mengawasi gerak-gerik MZ yang sedari tadi bolak-balik itu.
“Aku? Aku hanya punya sedikit masalah yang ingin kau
bereskan. Sebagai gantinya, aku akan mengajarkanmu ilmu
Ramuraga yang jauh lebih kuat ketimbang ilmu Ramuraga
kamu saat ini. Ya, itupun jikalau kau mau mengambil
kesempatan yang berharga ini..!” dengan memejamkan mata,
Puput langsung tertawa histeris dengan tawaran dari MZ itu.
“Hahahaha... memangnya kau pikir aku itu siapa, he? Aku
adalah Dewi Ayu Kusumaningtyas, sesosok dewi yang
memiliki kekuatan seribu dewa dan dewi. Aku takkan pernah
tunduk maupun berharap bantuan dari siapapun!”
MZ itupun sedikit tersenyum, “Hmm.. seperti dugaanku.
Kau pasti akan menolak tawaranku saat ini, Dewi! Namun
ingatlah satu hal, kalau sebentar lagi peperangan antar bangsa
kahyangan dan bangsa neraka akan segera dimulai. Dan kau
hanya bisa ikut serta dalam peperangan itu, jikalau kau bisa
sepenuhnya menyatu dengan raga Puput itu. Kalau sampai saat
itu kau belum berhasil menyatu sempurna dengan raga Puput,
maka dirimu takkan bisa memenangkan peperangan esok hari.
Dan sudah dipastikan kalau pihak neraka akan memenangkan
perang besar itu.”
Dan kemudian, MZ itupun menghilang. Dan rupa Puput
yang separoh berubah menjadi ular emas tadi, akhirnya
kembali kerupanya semula. Puput merasa kurang nyaman saat
itu. Dia merasa gelisah dengan apa yang telah dikatakan MZ
padanya.
“Apakah yang dikatakan MZ padaku itu ada benarnya?
Ternyata pihak neraka sudah mulai bergerak rupanya, aku
harus segera mencari jalan keluar dari masalah ini. Sebaiknya
nanti malam, aku temui Ki Zukron saja, dan meminta sebuah
solusi yang terbaik darinya!” batin Puput yang masih gemetar
dan cemas dengan perkataan MZ tadi.
“Sekarang sebaiknya aku segera keluar dari sini. Pastinya
ini sudah waktunya untuk pelajaran selanjutnya..!” Puput
keluar dari toilet dan segera menuju ke kelasnya. Disana, ia
bertemu lagi dengan Umam yang selalu memberikan
senyuman hangat padanya.
“Yoo, Puput..!” sapa Umam dengan senyuman hangat.
“Umam...!” balas Puput.
Malam harinya, disaat keluarganya sedang tertidur pulas,
Puput itupun bangkit dari tidurnya. Diapun berubah menjadi
ular emas. Walaupun masih bagian atas tubuhnya yang masih
berwujud manusia. Sementara bagian bawahnya, berubah
menjadi ekor ular. Diapun segera pergi menembus atap tanpa
menimbulkan suara apapun, terkecuali desisan ular yang
pelan.
“<berdesis>Ssst... Sstt.. sekarang sudah waktunya buatku
untuk mencari mangsa dan juga menemui guruku, Ki Zukron
di kediamannya. Aku harap kalau aku tidak akan bertemu
dengan iblis dalam wujudku yang sekarang ini..!” kata Puput
yang terbang malam-malam untuk mencari mangsanya.
Puput menuju kesebuah diskotik dekat kota. Disana ia
kepengen untuk menikmati darah seorang lelaki hidung
belang. Karena setiap bulan, dia harus menghisap darah
seorang lelaki hidung belang, supaya kekuatannya tetap stabil.
Selain itu, supaya ia bisa mengekang kutukan dari dewa
Murkadana itu.
Sebenarnya Dewi Ayu Kusumaningtyas tidak mau untuk
melakukan semua ini. Dia tidak ingin melakukan sesuatu guna
melukai manusia, namun kutukan yang diberikan oleh dewa
Murkadana itu sangatlah kuat, sehingga jikalau ia tidak
melakukan seperti yang dikutukkan padanya, maka dia sendiri
yang kehilangan pikirannya, dan akhirnya ia akan berpihak ke
pihak neraka. Dan itulah yang diinginkan oleh dewa
Murkadana sejak lama.
“Bagus. Tidak ada yang melihatku! Dengan rupa dan tubuh
Puput ini, pastinya aku hari ini akan mendapatkan sebuah
santapan yang banyak dan lezat. Sebelumnya, aku minta maaf
kepadamu, Put. Karena aku harus melakukan hal kotor ini
dengan menggunakan ragamu, namun jikalau aku tidak
melakukan hal ini, maka aku akan kehilangan pikiran dewiku,
dan aku akan beralih memihak dewa Murkadana, yang
pastinya akan menjadi tuanku. Karena dialah yang
memberikan kutukan keparat ini padaku, berabad-abad yang
lalu..!” batin Puput sambil gigit jari.
Disana, dengan mudahnya ia mendapat mangsa yang
lumayan banyak. Sekitar lima orang. Dengan darah kelima
pria hidung belang itu, kekuatan Puput semakin bertambah
lima kali lipat. Setelah ia menghisap darah mereka semua,
diapun segera bergegas menuju ke kediaman gurunya, yang
letaknya berada dihutan larangan.
“Ooh, Dewi Ayu Kusumaningtyas rupanya? Aku sudah
tahu akan kedatanganmu malam ini, oleh karena itu aku sudah
menyediakan secangkir teh hangat yang nikmat ini. Duduklah
dan nikmatilah cuaca malam yang cerah ini!” kata Ki Zukron
yang mempersilahkan Puput untuk duduk disampingnya.
“Terima kasih guru..” balas Puput yang duduk disamping
gurunya.
Sempat teringat dipikiran Ki Zukron, “Ngomong-ngomong,
tubuh yang gunakan lumayan juga, Dewi. Apakah kau sudah
memutuskan untuk tinggal di dunia manusia, dan juga hidup
berdampingan dengan mereka, he?” tanya Ki Zukron yang
mulai serius. “Aku melakukan semua ini karena hanya dengan
menggunakan raga Puput inilah, aku akan bisa terhindar dari
kutukan Murkadana yang selama ini selalu menghantuiku.
Selain itu, hidup menjadi manusia dan berdampingan dengan
mereka sedikit mengajariku beberapa hal yang tidak kupunya
selama ini!” kata Puput menjelaskan. “Aku tidak mengerti apa
maksudmu itu, Dewi. Tapi sepertinya ada masalah penting
yang membuatmu mencariku seperti ini. Memangnya ada
apa?” tanya Ki Zukron yang langsung bertanya intinya. “MZ
sudah mulai bergerak. Dia sudah mengetahui identitasku. Dia
merencanakan sesuatu yang besar, yang bakal menimpa
seluruh alam semesta ini!” jawab Puput serius.
Mendengar penjelasan Puput, Ki Zukron hanya gelenggeleng,

“MZ yah? Aku sudah tidak mendapat kabar darinya
sudah berabad-abad silam. Kelihatannya setelah perang besar
yang kau ikuti berabad-abad lalu, dia sudah enggan untuk
turun tangan dalam masalah perang besar nanti. Ternyata
dugaanku salah rupanya. Dia bukanlah sebuah ancaman untuk
diriku juga dirimu saat ini, Dewi. Namun yang jadi
masalahnya saat ini adalah kelima orang yang berada
dibelakangnya. Mereka jauh lebih kuat ketimbang MZ.” Puput
langsung bertanya sedikit mengenai kelima sosok itu. “Kalau
boleh kutahu, siapakah mereka sebenarnya?”
“Kau takkan pernah mengerti soal itu, Dewi. Tapi aku
berikan sebuah kejelasan mengenai mereka, karena kuyakin
cepat atau lambat, kau akan berhadapan dengan kelima orang
itu. Mereka bukanlah iblis maupun dewa. Mereka hanyalah
manusia biasa. Oleh karena itu aku berharap padamu untuk
bisa segera menyatu dengan raga Puput secara sempurna,
karena mereka hanya bisa kau lawan dengan raga Puput itu!”
Puput tidak percaya kalau kelima sosok yang jauh lebih
kuat dari MZ itu, merupakan manusia biasa, “Apa?! Mereka
berlima adalah manusia biasa. Mengapa mereka memiliki
kekuatan yang sedahsyat seperti itu? Guru tolong beritahu aku,
bagaimana bisa manusia biasa mempunyai kekuatan sebesar
itu..!” Ki Zukron menghela napas dalam-dalam untuk
menjelaskan tentang mereka, “Karena... ! sudahlah, Put. Aku
tidak berani untuk memberitahumu sekarang tentang kekuatan
mereka. Tapi kuyakin kalau kau nanti akan tertarik dengan
kekuatan yang mereka berlima miliki.”
“Baiklah kalau kau tidak ingin memberitahu aku sekarang,
karena aku juga tidak tertarik untuk mendengarnya. Ini akan
semakin menarik jikalau aku mengetahui kekuatan mereka
berlima seorang diri. Sekarang aku permisi, guru! Karena esok
hari aku harus bersekolah,” Ki Zukron langsung tersenyum,
“Ternyata kau mulai menyukai kehidupanmu sebagai manusia,
Dewi! Apakah sebenarnya alasannya kau bisa menyukai
manusia, padahal sejak dahulu kala kau sama sekali tidak
tertarik dengan urusan manusia di bumi.”
Setelah ngobrol dengan gurunya cukup lama, Puput itupun
mohon pamit. Sepulangnya Puput, Ki Zukron langsung
tertawa histeris. Sepertinya ia tahu apa yang akan terjadi pada
kehidupan Dewi Ayu Kusumaningtyas nantinya.
“Benar-benar tidak bisa dipercaya, kalau Dewi Ayu
Kusumaningtyas bisa berubah jadi seperti itu berkat manusia.
Padahal sedari dulu, dialah satu-satunya dewi yang tidak mau
angkat bicara soal manusia. Namun menitisnya ia kedalam diri
Puput yang seorang manusia biasa, telah merubah segalanya
mengenai dirinya. Benar-benar tidak bisa dipercaya bukan,
Astrid?”
Dari arah kegelapan malam, muncullah sesosok gadis. Dan
dia bernama Astrid Siswandi, salah seorang jendral dari
kahyangan. “Benar dugaanku, tuan! Dewi Ayu akan berubah
kalau ia mengenal dan hidup bersama dengan bangsa manusia.
Namun selama dia tidak melanggar peraturan kahyangan, aku
tidak ingin untuk melawannya, tuan! Meskipun begitu, aku
akan tetap mengawasinya, karena dengan kutukan yang
diberikan Murkadana itu,  tidak mustakhil kalau suatu saat
nanti ia akan dimakan oleh kutukannya sendiri, dan pada
akhirnya memihak ke bangsa iblis. Disaat itulah, aku akan
menghancurkannya dengan kekuatanku sendiri..!”
“Kau takkan sanggup melawannya, Astrid! Karena Dewi
Ayu Kusumaningtyas itu adalah sesosok dewi yang
mempunyai kekuatan seribu dewa dan dewi. Tidak ada yang
bisa melawan dia, Astrid. Meskipun bangsa kahyangan dan
bangsa neraka mengerahkan pasukannya yang terbaik
sekalipun, itu takkan bisa untuk menghabisi Dewi Ayu.
Terlebih lagi saat dia berhasil menyatu dengan raga Puput
secara sempurna. Mungkinlah saat ini yang bisa mengalahkan
Dewi Ayu hanyalah sesuatu yang disebut ‘Perasaan’,” Ki
Zukron langsung beranjak dari kursi duduknya dan segera
menuju ke kamarnya, “Sekarang sudah hampir saatnya untuk
menjalankan rencana kita, Astrid! Setelah Puput berhasil
menghabisi nyawa kelima orang itu, kita akan menjalankan
rencana yang selama ini kita rancang..!”
“Baik, tuan! Saya permisi dulu.”
Keesokan harinya, Puput bangun jam 4:33 pagi. Karena
hari ini adalah hari minggu, dia putuskan untuk melakukan
refreshing di pantai bersama kedua teman-temannya, Susi dan
Eka. Nah, sebenarnya mereka hanya ingin melihat-lihat kasus
meninggalnya seseorang di pantai. Entahlah petualangan apa
yang ada dalam perjalanan mereka nanti. But, I’m sure it’s
interesting..
“Kau sudah siap, Put?” tanya Eka dan Susi serentak, sambil
memasukkan koper yang berisi pakaian mereka kedalam mobil
Puput. Nggak modal banget sih, numpang.
“Bagaimana aku belum siap. Kalian sejak jam setengah
lima sudah menggedor-gedor pintu rumahku, layaknya kalian
sedang dikejar monster aja,” jawab Puput yang merengut.
Mereka semua berangkat tepat pukul enam pagi. Mereka
berangkat sepagi itu karena mereka ingin berkunjung kesuatu
tempat yang menjadi TKP atas kematian seorang pemuda
bernama Amran. Kematian Amran ini begitu misterius, karena
ia mati secara tiba-tiba. Pihak polisi yang dipimpin oleh Ir.Rio
itupun tidak bisa memberikan alasan yang kongkrit mengenai
kematian pemuda berusia 28 tahun itu.
“Mengapa sih kalian begitu ingin untuk berkunjung ke TKP
di alun-alun kota Blitar. Memangnya kalian kepengen untuk
menjadi seorang detektif wanita, yah?” tanya Puput yang
menunjukkan muka ngambeknya. Kedua temannya tertawa
lirih, “Memangnya kau sama sekali tidak tertarik dengan kasus
aneh ini, yah? Kasus kematian Amran begitu misterius loh.
Bahkan kebanyakan orang menganggap kematian Amran itu
dikarenakan oleh serangan gaib dari sesosok makhluk aneh.
Dan hingga saat ini kepolisian Blitar tidak bisa menyimpulkan
penyebab kematiannya!” kata Susi ke Puput. “Ditambah lagi,
disebelah mayat, polisi menemukan sepasang taring yang
panjangnya sama dengan panjang taring gajah. Namun saat
kepolisian mengira kematian Amran karena dimakan binatang
buas, tapi tidak ada satu lukapun yang muncul ditubuh Amran.
Sehingga kepolisian menyimpulkan hingga saat ini kalau
Amran murni bunuh diri. Hal itu diperkuat dengan penjelasan
dari Ludy, gadis pujaan hatinya itu.” Tambah Eka.
Mendengar kejelasan dari mereka berdua membuat
ketertarikan Puput dalam kasus ini muncul. Dia kepengen
memastikan apa yang terjadi dengan mayat itu. “Hmm..
benarkah kalau dia mati karena bunuh diri..? atau janganjangan

ia.. dibunuh oleh bangsa gaib, seperti yang dikatakan
Eka dan Susi. Jikalau begitu, aku harus segera menghancurkan
dalang utama dari kematian Amran. Tapi aku yakin kalau ini
merupakan pembunuhan yang dilakukan oleh bangsa gaib.
Kiranya iblis yang melakukannya adalah iblis kelas bawah.
Hanya manusia biasa saja yang takkan tahu mengenai trik
yang dilancarkan oleh iblis jenis ini. Tapi buatku ini cuman
permainan kecil saja. Aku penasaran, iblis siapa yang sudah
berani berbuat ulah disana..” batin Puput seraya tersenyum
tipis.
Satu setengah jam kemudian, mereka bertiga sampai di
TKP. Disana masih banyak warga yang mencoba menyaksikan
kepolisian yang melakukan olah TKP. Buru-buru Puput
langsung mendekat. Dengan sigap, seorang polisi bernama
Wildan langsung menghadang langkah mereka.
“Maaf, nona! Anda tidak boleh masuk kawasan ini lebih
jauh lagi. Karena sedang diadakan penyelidikan oleh pihak
kepolisian. Saya harap nona bisa mengerti kondisi saat ini!”
kata Wildan yang menghalangi Puput untuk memasuki
wilayah TKP.
“Tolong biarkan saya memasuki kawasan ini. Karena saya
seorang paranormal yang sengaja dipanggil oleh keluarga
almarhum untuk menyelidiki kematian salah seorang
keluarganya. Jadi, izinkan saya untuk masuk..!” jawab Puput
yang mencoba mengklaim kalau ia adalah paranormal yang
sengaja dipanggil keluarga alm. Arman.
“Maaf, nona.. anda tidak bisa....!?”
Dukk...(Puput mengeluarkan kekuatan matanya untuk
menghipnotis Wildan)
“..Aahhh...” Wildan terhipnotis.
“Sekarang biarkan aku untuk masuk!” kata Puput
mengancam.
“..Baik.. Aahh..”
Setelah Wildan mengijinkan Puput untuk memasuki
kawasan TKP, Wildan akhirnya tersadar. Dan tanpa ia sadari
kalau ia sudah mengijinkan Puput untuk memasuki kawasan
itu. Sehingga ia cuman geleng-geleng kepala.
“Sebenarnya apa yang telah terjadi padaku sebelumnya.
Mengapa aku bisa membiarkan gadis itu masuk kawasan TKP
ini. Apakah aku sempat dihipnotisnya? Pastinya gadis itu
bukanlah gadis yang sembarangan,” batin Wildan. “Pastinya
kalau gadis itulah yang akan memecahkan kasus yang begitu
misterius ini.. aku yakin itu!”
Saat Puput sampai ditempat korban meninggal, diapun
langsung disuruh pergi oleh Ir. Rio. Karena kepolisian mulai
membuatnya jengkel, akhirnya dengan kekuatannya ia
membekukan waktu yang ada disekitarnya. Sehingga tidak ada
waktu yang berjalan.
“Mereka semua mulai membuatku jengkel. Aku terpaksa
untuk membekukan waktu disekitarku, supaya mereka semua
tidak ada yang ikut campur dalam masalahku ini.”
Puput langsung memeriksa si korban, “Seperti dugaanku.
Dia mati bukan karena bunuh diri atau semacamnya. Tapi ia
mati karena dibunuh, dibunuh oleh makhluk gaib tentunya. Si
predator gaib ini pastinya mengincar nyawa mereka untuk
memperpanjang umur mereka. Sungguh bodoh, mereka pikir
bisa membodohi aku yang sesosok dewi?” batin Puput sambil
tersenyum setelah meneliti korban, “Pastinya, entar malam di
tempat ini akan ada korban lagi. Disaat itulah aku akan
kembali kesini dan menemui si pelaku gaib ini!”
Setelah Puput memeriksa mayat itu, diapun segera
mengembalikan waktu menjadi normal. Para polisi itu merasa
kebingungan tentang apa yang telah terjadi ke mereka. Seperti
mereka merasakan kalau waktu berhenti tiba-tiba.
“<linglung>Huh? Apa yang terjadi? Kenapa beberapa saat
yang lalu aku merasakan waktu berhenti secara mendadak.
Apakah ini semua disebabkan oleh gadis muda itu? Sepertinya
dia memang bukan gadis yang sembarangan..!” batin Ir. Rio.
Keluarnya Puput dari TKP, kedua teman-temannya
langsung menghampirinya. Mereka ingin menanyakan apa
yang telah terjadi disana. Mengapa bisa Puput berada disana.
“Put, kenapa kau bisa masuk kesana. Bukankah tempat itu
sudah terpasang garis polisi? Kenapa kau bisa masuk kesana,
dan mengapa polisi bernama Wildan itu membiarkanmu
masuk?” tanya kedua temannya yang langsung
memberondongi Puput dengan berbagai pertanyaan.
“Entahlah, gue nggak tahu!”
“Ayolah, Put. Ceritalah ke kami semua!”
Tanpa mengindahkan omongan kedua temannya, Puput
segera pergi menuju kesebuah warung yang berada ditepi
pantai. “Kalau kalian tidak segera kesini, maka kalian akan
kehabisan makanan yang kupesan, lho!”
“Oke..”
Siang itu, Puput dan ketiga temannya begitu menikmati
liburan mereka hari ini. Mereka tidak menyangka kalau Puput
mempunyai sebuah kekuatan yang rahasia. Mereka berdua
tahu kalau Puput mencoba menyembunyikan kekuatannya
untuk melindungi teman-temannya.
Malam harinya, ketika bulan sudah bersinar terang tepat
diatas langit. Kegelapan sudah menyilimuti bumi. Sunyi.
Hanya sesekali terdengar suara jangkrik dan binatang malam
yang bersuara. Disaat itu, disebuah pantai..
“.....!” seorang gadis muda meratapi gelombang ombak
pantai.
Dari belakang gadis itu, Puput muncul dengan tatapan yang
garang. Kelihatannya ia sudah menemukan pelaku dari
pembunuhan seorang pemuda bernama Arman itu. Dia adalah
Ludy. “Ternyata dugaanku benar, kalau kau kekasihnya yang
bertanggung jawab akan semua ini. Sebenarnya apa tujuanmu
untuk mengusik kehidupan manusia, iblis?” Ludy langsung
berbalik sambil tertawa ganas, “Kelihatannya, kau sudah
mengetahui identitas asliku. Tidak buruk untuk seorang gadis
cantik sepertimu. Kau bertanya apa tujuanku, he? Aku cuman
ingin bersenang-senang di dunia manusia ini. Dan disaat itu,
aku bertemu dengan seorang gadis yang pikirannya kosong
seperti Ludy ini. Dengan sigap, aku langsung merasukinya dan
membunuh kekasihnya, tepat dipantai ini.” Puput terdiam, dia
tak berucap satu katapun, “......”
“Hmph. Sudah jelas kalau begitu. Sekarang aku akan
memusnahkanmu, iblis. Dengan begitu kau takkan bisa
mengusik kehidupan manusia yang sudah damai ini..!” kata
Puput seraya menyiapkan gerak kuda-kudanya.
“Memusnahkanku? Kau terlalu sombong untuk seorang
gadis biasa sepertimu, manusia!” balas Ludy sambil
mengeluarkan mata merahnya.
Dzaarrggg....! (suara benturan energi mereka
)
“Manusia? Kau salah sangka, iblis! Aku bukanlah manusia,
aku adalah sesosok dewi yang ditakuti oleh bangsa iblis. Aku
adalah dewi perang kahyangan. Dewi Ayu Kusumaningtyas..!”
Iblis yang merasuki Ludy itu langsung gemetar mendengar
nama dewi itu. Dia tak menduga kalau lawannya adalah
seorang dewi yang memiliki kekuatan seribu dewa dan dewi.
Dia berusaha untuk kabur, namun kemanapun ia pergi, Puput
selalu mengejarnya. Sehingga tak ada jalan lain selain harus
bertarung.
“Sial...?!”
“Hmph. Ternyata kekuatanmu hanya segini, iblis.
Sebaiknya aku segera selesaikan hal ini dan membawa Ludy
pulang. Mati kau..!”
“Am... Ampunnn...!”
Puput siap dengan ajian Cakar Gadingnya. Tiba-tiba entah
dari mana muncullah seorang yang langsung menusuk tubuh
Ludy hingga iblis yang merasukinya keluar dari tubuhnya dan
kemudian musnah.
“Hmph. Iblis rendahan. Tidak hayal lagi kalau kau sampai
mengemis kepada Puput untuk mengampunimu. Sungguh iblis
tidak berguna..!” kata Astrid yang mencela iblis itu.
“Kau..? siapakah kau sebenarnya?!” tanya Puput yang
meratapi Astrid dengan tatapan yang sangat tajam.
“Maaf. Kita memang baru pertama bertemu, dewi. Namaku
adalah Astrid Siswandi, familiar dari Ki Zukron, sekaligus
panglima dari pasukan kahyangan. Maaf untuk tidak
memberitahukan namaku dihadapanmu waktu kau berkunjung
ke kediaman Ki Zukron beberapa waktu lalu!”
Puput langsung menaikkan kepalanya, dan menatap langit
malam yang indah, “Jadi kau adalah bawahan guruku yang
sering ia katakan itu, ya? Ngomong-ngomong tubuh siapa
yang pakai itu, Astrid?” Astrid langsung berlutut memberikan
sebuah penghormatan kepada Puput, “Astrid Siswandi. Kau
tahukan kalau setiap familiar itu tidak memiliki wujud
maupun tubuh sendiri. Dan beberapa tahun yang lalu, Ki
Zukron membawakan Astrid ini kehadapanku! Dan karena aku
menyukai tubuhnya, jadi aku gunakan sebagai wadahku. Ya
walaupun kendaliku atas dirinya masih belum stabil, sama
seperti dirimu..!” jawab Astrid. Puput langsung menghela
napas dalam-dalam dan berkata, “Sama kalau begitu. Aku juga
masih belum bisa menyatu sempurna dengan raga maupun roh
Puput. Oleh karena itu, setiap bulan purnama, maka aku akan
kehilangan kendaliku atas dirinya.”
“Karena urusanku disini sudah selesai, aku mohon pamit,
dewi. Aku harap suatu hari nanti kita akan bisa bertemu lagi.
Selamat malam,” kata Astrid dan langsung pergi
meninggalkan Puput seorang diri di pantai.
“Astrid, he? Jarang sekali guruku itu mempunyai seorang
familiar. Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan saat ini,
guru? Selama lima ratus tahun aku tertidur, apa sudah terjadi
sesuatu denganmu. Karena orang sepertimu tidak
membutuhkan seorang bawahan apapun kalau kau ingin
menghancurkan isi dunia ini! Benar-benar aneh.” batin Puput
yang terus bertanya-tanya mengapa gurunya itu mempunyai
seorang familiar.
Puput langsung membawa Ludy yang pingsan itu dan
mengantarkannya sampai kerumah. Dirumah Ludy, setelah
Puput membaringkan Ludy di kamarnya, diapun langsung
menghilang.
Seketika itupula, Ludy itupun terbangun, “Aduuh.
Sebenarnya apa yang telah terjadi padaku? Mengapa kepalaku
terasa sakit seperti ini. Tubuhku juga.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar